Hembusan angin lembut menyisir kesunyian malam
Bulan bintang bersinar terangi langit hitam
Cahaya mentari terpancar mewarnai indahnya alam
Semua kan hilang,
Dia kan sirna....
Tak ada yang abadi......
Tak selamanya mata bisa melihat
Tak selamanya telinga bisa mendengar
Tak selamanya hidung bisa mencium
Tak selamanya mulut bisa berkata
Tak selamanya tangan bisa meraba
Tak selamanya kaki bisa melangkah
Semua akan melemah, tiada berdaya
Tak ada yang abadi....
Ketahuilah... wahai manusia
Dunia hanya sementara...
Dunia ini fana...
Tak ada yang abadi.....
Wajah cantik, pemberian- Nya
Harta melimpah, titipan dari- Nya
Semua akan hilang, sirna, dan
Tak bersisa......
Tak ada yang abadi...
Tak ada yang abadi...
Tak ada yang abadi....
Hanya Allah yang senantiasa hidup selamanya
Dialah yang selalu kekal abadi......
Dituliskan Oleh : Riva Lia
Bulan bintang bersinar terangi langit hitam
Cahaya mentari terpancar mewarnai indahnya alam
Semua kan hilang,
Dia kan sirna....
Tak ada yang abadi......
Tak selamanya mata bisa melihat
Tak selamanya telinga bisa mendengar
Tak selamanya hidung bisa mencium
Tak selamanya mulut bisa berkata
Tak selamanya tangan bisa meraba
Tak selamanya kaki bisa melangkah
Semua akan melemah, tiada berdaya
Tak ada yang abadi....
Ketahuilah... wahai manusia
Dunia hanya sementara...
Dunia ini fana...
Tak ada yang abadi.....
Wajah cantik, pemberian- Nya
Harta melimpah, titipan dari- Nya
Semua akan hilang, sirna, dan
Tak bersisa......
Tak ada yang abadi...
Tak ada yang abadi...
Tak ada yang abadi....
Hanya Allah yang senantiasa hidup selamanya
Dialah yang selalu kekal abadi......
Dituliskan Oleh : Riva Lia